Mungkin ga sih Allah membiarkan seseorang terus menerus berada dalam ‘kesalahan’ untuk jangka waktu yang lama?
Tapi kenyataannya memang begitu. kadangkala Allah bisa saja membiarkan kita dalam kesalahan, termasuk untuk jangka waktu yang lama. Lihat saja, berapa banyak orang-orang yang mereka hidup ‘tanpa Tuhan’, bergelimang dosa. Yang terjadi, Allah membiarkan mereka hidup makmur sejahtera dengan tidak merasa bersalah sedikitpun...(bahkan hingga akhir hayatnya ! ).Pada kasus lain adakalanya Allah memberikan cobaan dan peringatan buat seseorang, lalu dia bangkit dari kesalahannya. Jadi...memang bisa2 aja Allah membiarkan atau memberi peringatan.
Masih berkubang dalam tanya, hari ini kutemukan beberapa ayat dalam Al Isra’:
Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir
Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.
Kepada masing-masing golongan baik golongan ini (yg menginginkan dunia) maupun golongan itu (menginginkan akhirat) Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya
Inti yang kutangkap, pada dasarnya Allah memberi pilihan pada manusia untuk merancang tujuan dan target2 dalam hidupnya, mau dunia ataukah akhirat. Diantara manusia ada yang urusannya dimudahkan Allah, ada jg yang tidak...ada yang dilebihkan rizqinya ada jg yang tidak. Itu sudah jadi ketetapannya dan berlaku sama...baik bagi pecinta dunia ataukah pecinta akhirat. Hanya...above all, yang lebih baik “ending”nya tentu saja mereka yang senantiasa berorientasi pada akhirat.
Membaca ayat ini jd mikir, kadangkala kita merasa hidup fine2 aja, semua lancar, seakan sudah lurus dan benar. Tapi pernahkan kita berpikir kalau saat itu Allah sebenarnya sedang ‘membiarkan’ kita? Jangan-jangan saat itu kita tengah lalai dan berdosa, tapi Dia membiarkannya...sebagaimana membiarkan orang2 kafir hidup bergelimang dunia. Kl begitu, sangat ga enak dalam posisi ‘dibiarkan’ oleh Allah. No warning...padahal kita salah (dan baru nyadar setelah lama). Itu berarti Allah tidak sayang...
Memang satu2nya jalan untuk terpelihara dalam kebaikan adalah selalu mengejar cintanya Allah: menemuiNya dalam sholat dan do’a, memahamiNya dengan mempelajari qur’an dan sunnah, lalu menjalankan syariatnya. Jika seorang hamba disayang Allah, tentu Allah tidak akan membiarkannya terus dalam kekeliruan...
dikutip dari: ever-mind.blogspot.com
Live your Life
About Me
- Akhmad Adiasta
- Senantiasa Berusaha memotivasi diri dan umat, serta berbagi Hikmah, Ibrah dan Insipirasi. Mari bangkitkan umat dengan dakwah Islam. Terapkan syariah, Tegakkan Khilafah
Sepiring Nutrisi Hikmah dan Inspirasi
Link Inspirasi
Selasa, 27 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Category
- Features (7)
- Greetings (1)
- Inspirations (4)
- Share (2)
- What's on (2)
0 komentar:
Posting Komentar